AZ-ZIKRA / PROFIL

Tentang Kami

Mengenal sejarah, visi, dan gerakan Yayasan Az-Zikra.

KH. Muhammad Arifin Ilham duduk berdoa

Pendiri Majelis Zikir Az-Zikra

KH. Muhammad Arifin Ilham rahimahullah

Almarhum KH. Muhammad Arifin Ilham (1969–2019) mendirikan Majelis Zikir Az-Zikra dan mengajak umat untuk berzikir, bermuhasabah, dan berdoa bersama bagi umat dan bangsa.

Sepeninggal beliau, Zikir Akbar setiap Ahad pekan pertama tetap berjalan, kini dipimpin murid beliau, KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf. Seluruh kegiatan Az-Zikra hari ini adalah ikhtiar untuk melanjutkan warisan zikir dan dakwah beliau.

Mengenal Yayasan Az-Zikra

Masjid Az-Zikra, yang berlokasi di Sentul, Bogor, pada awalnya bernama Masjid Muammar Qaddafy. Pembangunannya dimulai pada tahun 2007 dan selesai pada tahap pertama pada Februari 2009, dengan dana hibah dari pemimpin Libya saat itu, Muammar Qaddafy.

Setelah Muammar Qaddafy meninggal dunia pada tahun 2012, masjid ini secara resmi berganti nama menjadi Masjid Az-Zikra di bawah kepemimpinan mendiang K.H. Muhammad Arifin Ilham, yang juga merupakan pendiri Majelis Zikir Az-Zikra.

Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 12.600 meter persegi terdiri dari bangunan masjid, convention hall berkapasitas 1000 orang, dilengkapi menara setinggi 57 meter dengan lift dan air mancur. Masjid Az-Zikra memiliki tiga lantai bangunan yang mampu menampung hingga 22 ribu jamaah sekaligus. Masjid ini memiliki konsep terbuka tanpa menggunakan pintu dan jendela, sedangkan lokasinya berada di perbukitan sehingga suasananya terasa sejuk dan nyaman bagi jamaah.

Masjid ini memiliki corak arsitektur yang memadukan karakter universal arsitektur Islam dengan ciri arsitektur lokal tropis, kubah, portal lengkung, minaret, ornamen bintang delapan, dan kaligrafi. Di bagian luarnya pun terdapat dua payung besar yang didesain mirip dengan payung di masjid Nabawi.

Masjid Az-Zikra mempunyai visi membangun masyarakat muslim yang memiliki pribadi berzikir yang membawa kedamaian dan keselamatan dunia dan akhirat. Masjid ini juga memiliki empat misi utama yaitu memasyarakatkan zikir melalui zikir harokah, mewujudkan generasi zikir melalui pendidikan yang terstruktur, mengembangkan sistem ekonomi Islam berbasis keumatan serta mengembangkan syi'ar ilmu melalui media digital.

Program & Kegiatan

Sejak didirikan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial. Ada kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari seperti Kajian Halaqoh Shubuh yang membahas berbagai materi keagamaan dan kitab-kitab oleh para asatidz di bidangnya.

Ada juga kegiatan pekanan seperti Kajian Muslimah untuk ummahat yang dilaksanakan setiap Kamis pagi disertai dengan pembagian sayuran bagi 100 jamaah yang pertama hadir, serta pembacaan Ratib Al-Haddad dan Maulid Simtudduror setiap malam Jumat.

Pada kegiatan bulanannya terdapat kegiatan Zikir Akbar setiap Ahad pertama yang merupakan warisan dari K.H. Muhammad Arifin Ilham dan sekarang dilanjutkan oleh murid beliau KH. Muhammad Abdul Syukur Yusuf.

Unit Usaha & Pendidikan

Az-Zikra memiliki beberapa lembaga pendidikan Islam, diantaranya Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyyah (MI), SMPIT, serta Boarding School.

Di awal tahun 2025 Masjid Az-Zikra juga dipercaya oleh Badan Zakat Nasional untuk membuka Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dengan nama Az-Zikra Peduli agar bisa lebih bermanfaat di bidang sosial dan pemberdayaan ummat.

Untuk mendukung semua kegiatan ini, Yayasan Az-Zikra juga memiliki beberapa usaha seperti Az-Zikra Horse Club, Kafe Kopi Zikir, Az-Zikra Merchandise, serta penyewaan Venue untuk berbagai acara.

KH. Muhammad Arifin Ilham

Sepeninggal almarhum Murabbi Ustadz Arifin Ilham, Az-Zikra tetap berupaya keras untuk melanjutkan warisan beliau dan menjadi masjid yang bukan hanya hadir wujudnya tapi juga hadir manfaatnya sehingga bisa menjadi solusi untuk berbagai permasalahan ummat.

Tanya via WA